Romantis


Ia bilang romantis,
Ketika Ia bilang kepada pasangannya ditengah malam
Bahwa Ia sangat lapar
Lalu datanglah pasangannya
Dengan membawa makanan.

Ia bilang romantis,
Ketika Ia sedang marah pada pasangannya
Lalu didepan rumahnya
Terselip mawar bertuliskan
“Maafkan aku sayang”

Ia bilang romantis,
Ketika pasangannya selalu membalas cepat pesan dirinya
Meskipun seharusnya
Pasangannya sedang ada urusan
Yang lebih penting.

Ia bilang romantis,
Ketika pasangannya selalu ada setiap waktu
Meskipun seharusnya
Pasangannya sedang menjalankan agenda
Yang tidak bisa ditinggalkan.

Aku yang mendengarnya,
Hanya bisa bergumam
“Jika romantis seperti itu,
aku bisa menjadi orang yang paling romantis,
untuk dirinya.”

Namun romantisnya,
Bukanlah romantis yang ku ingin.

Romantis bagiku,
Adalah ketika aku dan ia
Bercumbu intelektual, berdialektika
Menyelesaikan problematika
Yang saat ini ada.

Romantis bagiku,
Adalah ketika aku dan ia
Mewakafkan diri
Dan saling mendukung
Dijalan perjuangan.

Romantis bagiku,
Adalah ketika aku dan ia
Berbagi TOA yang sama
Untuk bersama menghancurkan
Kedzaliman yang ada.

Dan romantis bagiku,
Adalah ketika timbul rasa cinta
Tatkala melihat wajahnya
Yang berdandankan
Debu-debu jalanan
Timbul rasa sayang
Tatkala ia mengusap
keringat yang bercucuran
Hasil dari perjuangan dirinya.

Panjang Umur Romantisme Perjuangan

Thanks! You've already liked this
No comments